Halaman

Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 November 2013

My Darkest Time Of My Life

Hi, folks!
Sorry if I kinda neglecting my blog. But I've been through my darkest time when I lost all my rays of hope. Yeah, unfortunately my beloved mom passed away that September. And since then I just can't find the purpose of my life. For me, my mom is my everything. And losing my mom makes my life base crumbled.

Actually I don't want to share this gloomy story, but I kinda miss writing in my blog. To tell you the truth, until now I think I still have unstable mental. Still there are times when I miss my mom and start crying and whining and feel depressed.

I am 20 years old and yet I still crying and whining. Yeah, I admit it. Nowadays I just make myself busy in fantasy world called movies or drama. My internship report has been neglected. I kinda become antisocial nowadays.

It's not that I want it that way. But I can't find any motivation for me to move on life and start a new fresh. The old me had a spirit to be success and make my mom happy, so she can bragging to everyone that she has a daughter like me. All my life I've spend to becoming the best just for my mom. Graduate from a good school with good score, being the A-straight girl. Yeah, because all I can do for my mom is study-study-and-study.

And now my life base is gone, I can't find a spirit within me to start. People might say to me for move on and become a successful woman for my mom. Yeah, I know. But theory is easier to say than do. It still hard for me to move on.

I will start writing again, I promise you, but I can't say when I am ready for it.

All I know is it is not now.

Not now.

Jumat, 29 Maret 2013

Are you sure you are my friend?

Maaf banget kali ini aku mau curcol. Habis udah cerita ke my best friend masih tetep ngeganjel di hati. Jadi blog sebagai jurnal aku, aku manfaatkan untuk curcol hari ini. Buat yang nggak tertarik silahkan close halaman ini.
Semester ini karena udah mulai peminatan, aku dan teman-temanku banyak beda matakuliah. Ada 4 peminatan di teknik elektro UNJ, pembangkit, instalasi, transmisi/distribusi, dan otomasi. Teman-temanku banyak yang ambil instalasi dan otomasi. Aku memberanikan diri berjalan nggak sesuai teman-teman tapi sesuai hati, aku ambil pembangkit. Belum lagi aku mengambil mata kuliah yang nilaiku masih belum B atau A. Aku orangnya perfeksionis,  jadi kalau ada nilai C aku ulang mata kuliahnya. Makin banyak lah perbedaan antara aku dan teman-teman aku.
Ada sebuah mata kuliah Penggunaan dan Pengaturan Motor (PPM) yang merupakan mata kuliah praktik. Karena jadwal PPM di kelas aku bentrok dengan mata kuliah yang sedang aku ulang dan mata kuliah peminatan, aku mengambil kuliah PPM di kelas lain bersama teman ku, sebut saja A karena A juga mengulang mata kuliah yang sama denganku, Rangkaian Listrik (RL).
Setiap aku diberi info kuliah sama adik kelas yang bareng kuliah RL aku selalu sampaikan ke A kabarnya. Aku selalu sms dia. Dan kalau ada perubahan jam kuliah, aku selalu mempertimbangkan dia.
Setiap aku sms A, dia nggak pernah bales. Awalnya aku masih maklum, mungkin dia nggak punya pulsa. Lalu ada perubahan jadwal PPM yang berubah dan perlu dikonformasi aku bisa atau nggaknya, saat aku perlu dia untuk diskusi, dia nggak balas sms aku. Padahal kemarin saat aku sms dia dimana? Tiba-tiba kami ketemu saat baru aku send smsnya. Dan smsnya baru sampai ke dia saat kami sedang mengobrol. Dan dia BALAS sms itu dengan "di samping lo"! (sumpah itu nggak penting banget) Dia bilang dia punya pulsa hanya untuk emergency. Coba deh, lebih penting mana bales smsnya!?
Dan saat aku temui dia di kampus, dia hanya ketawa-ketawa aja. Dia bilang dia mau ikut yg teman-teman sekelas aja, nggak mau yg kelas lain. Padahal jam segitu aku ada kuliah peminatan! Akhirnya aku nggak masuk kelas PPM hari itu yang bareng teman sekelasku. Jelas aku ketinggalan 1 kali praktik kan? Dan aku mau tetap masuk kelas yang lain aku nggak punya partner, karena awalnya partner aku ya si A. Dan kelompok yg kelas lain itu sudah pas.
Bener-bener deh itu bikin aku nangis! Sekarang aku bingung mau gimana. Ikut yang kelas aku bareng sama A, aku sudah ketinggalan satu kali masuk dan belum lagi aku harus kuliah peminatan. Mau ikut yang kelas lain aku nggak ada partnernya. Rasanya tuh pengen nangis. Dia begitu jahat nggak peduli sama aku. Egois hanya memikirkan dirinya sendiri. Padahal selama ini aku selalu baik sama dia, selalu mempertimbangkan dirinya sebelum membuat keputusan tentang kuliah yang bareng sama dia. Dia selalu mengeluhkan temanku yang egois hanya memikirkan diri sendiri dan sekarang dia yang seperti itu. Belum lagi betapa pelitnya dia sama pulsa! Balas sms paling hanya 150 rupiah kan?! Apa sulitnya coba?
Aku jadi bingung apa yang harus aku lakukan. Aku bukan tipe yang suka konfrontasi dan cari ribut sama dia. Apa yang harus aku lakukan?

Kamis, 27 September 2012

UNrecomended Online Shop: Jonas Shop Indonesia

Well, aku udah cukup lama dan sering belanja online. Karena aku termasuk orang yang malas untuk keluar rumah. Saat semua orang berlomba-lomba untuk menulis review rekomendasi sebuah online shop, saat ini aku mau UNrecommended online shop!
Namanya Jonas Shop Indonesia. Kamu bisa temuin di twitter atau pun di facebook. Di profile twitternya dia berani bilang trusted. Dan dia banyak meretweet komentar pelanggannya yang puas dengan pelayanannya. Aku kalau beli sesuatu di online shop, pasti aku "stalking" dulu seluruhnya. Pelayanannya, barang-barangnya, komentar orang yang pernah belanja, dll. Memang sih di beberapa kesempatan aku lihat adminnya marah ke konsumen yang minta direfund. Well, ya kupikir konsumennya mungkin ya yang bermasalah. Selama ini aku belanja online nggak pernah neko-neko dan barangnya memang sampai dengan selamat dan aku puas.
Kebetulan aku lagi kepingin punya jaket varsity dengan namaku sendiri. Dan toko ini menjual jaket varsity dengan nama One Direction. Saat dia buka PO jaket varsity, dia bilang bisa customize namanya. Kupikir, waah klop nih sama keinginanku. Langsunglah aku sms nomor kontaknya, nanya, apa benar bisa customize? Bordiran di bagian dada, lengan, dan punggung bisa pakai namaku? Kebetulan aku mau pakai bordiran belakang dengan nama "Lala", bagian dada dan lengan dengan inisial namaku "LY".
Sampai sini oke tuh. Kutungguin dia balas smsku. Aku sms habis magrib, dia baru balas sekitar jam 11 malam. Dia bilang "di lengan nggak bisa customize, bisanya pakai desain dia". Aku mikir dulu kan tuh sambil ritual sebelum tidur (cuci muka, salat, pakai krim malam). Saat selesai ritual malam aku lihat hapeku lagi, rencananya mau balas yaudah yang di lengan nggak usah dipakaikan bordiran. Tapi ada sms lagi dari dia meralat smsnya yang sebelumnya, dia bilang "eh, bisa deh di customize yang di lengan". Oke aku udah senang kan tuh. Tapi entah kenapa dalam hati masih ada yang mengganjal. Kupikir itu mungkin memang keragu-raguan saat online shopping, karena menurutku online shopping itu gambling.
Besoknya baru deh itu aku transfer uangnya, soalnya kan pas sms udah malam.
Dia bilang varsitynya jadi 2 minggu, sekitar tanggal 16 September 2012. Saat tanggal 16 September 2012 aku udah menanti-nanti varsityku. Aku nungguin seminggu deh tuh varsitynya. Aku udah baca banyak yang varsitynya udah sampai. Yaa.. memang sih yang berdesain One Direction. Lalu akhirnya varsity yang aku tunggu-tunggu datang. Kubuka, kurasakan bahannya bagus, tebal dan lembut. Kuperiksa bordiran punggung, bagus, tulisan "lala". Kuperiksa bordiran dada, bagus, inisial "LY". TAPI saat kuperiksa bordiran bagian lengan, ini kenapa bordirannya "1D" inisial One Direction? Bukannya aku anti One Direction, tapi aku NGGAK ngefans sama mereka. Just, oh, ada boyband namanya One Direction. Just it! Mengecewakan sekali kan?
@JonasShopIndo kecewa sm OS ini.kemarin kan aku pesennya inisialnya LY di lengan sm dada.tp ini kenapa yg dilengan 1D sm yg di dada LY.Aku ga mesen yg 1D kan?!
Aku tanya sama orangtuaku yang memang kebetulan bekerja dibidang bordir-membordir, apa ini bisa didedel? Didedel itu istilah kalau bordirannya salah, benangnya diputusin satu-per-satu dan dicabutin, istilahnya tuh kalau di komputer di-undo. Mereka bilang nggak bisa, bahannya terlalu tebal dan bodirannya terlalu rapat.
Fine! Akhirnya aku hubungi lagi penjualnya, pertama lewat sms, nggak ada balasan. Lewat mention di twitter, nggak ada balasan. Lewat facebooknya, nggak ada balasan. Padahal di twitternya dia bisa loh nulis status dan promo! Kurang kesel apalagi coba? Aku akhirnya nge-watsap dia. Harapan terakhirku.
Aku tulis di setiap pesan aku via banyak tempat itu kekecewaan aku terhadap varsitynya. Betapa sakitnya dia diawal bilang bisa dicustomize ya?! Dan kecewa kalau memang ternyata nggak bisa dicustomize kenapa dia nggak hubungin aku? Konfirmasi dulu? Aku bilang, aku juga anak kuliah yang sibuk sama kuliahku, sama seperti dia, tapi aku selalu sempat membalas sms orang yang sms aku. Temanku juga banyak yang buka online shop, dan mereka masih bisa tuh membalas sms ku atau pelanggannya tanpa mengganggu kehidupan pribai mereka. Karena dia selalu menggunakan alasan ini untuk mangkir dari membalas sms. Hal yang simpel tapi penting. Dia juga sering beralasan kehidupannya bukan cuma jualan doang, dia juga kuliah. Ya kalau dia nggak bisa bagi waktu antara jualan sama kuliahnya mendingan nggak usah jualan lah!
Dan kalian tahu akhirnya dia membalas watsap saya beberapa hari kemudian! Dia bilang "Yaudahsih balikin aj. Kelar. Ntr gw ksh alamat gue". (Aku benar-benar menulis sesuai yang dia balas).
See? Tanpa minta maaf sedikit pun! Kalau dia minta maaf mungkin masih bisa ditoleransi ya? Lah ini, nadanya ketus sekali! Sama seperti saat dia balas mention salah satu pelanggannya yang minta di refund yang aku tulis diawal itu (read again: aku menstalk online shop yang mau aku beli barangnya).
Akhirnya aku balas aja watsapnya minta alamatnya dan minta direfund. Aku balas watsapnya itu tanggal 27 September 2012. Dan sampai tanggal 29 September 2012 aku nulis postingan ini, dia masih belum balas. Padahal aku lihat timeline twitternya dia aktif nulis twitter loh! Masa sih perlu lebih dari 2 hari buat balas pesan?
Aku menulis postingan ini untuk pelajaran aja, kalau di dunia per-online-shop-an ada kejadian yang seperti ini. Agar kalian bisa menghindarinya. Ini pertama kalinya aku mengalami kekecewaan belanja online dan ketemu owner yang nggak banget. Pembeli dan pelanggan harus menghargai satu sama lain. Bukannya pembeli adalah raja atau gimana. Semoga cerita ini bisa jadi pelajaran kita semua, pembeli atau pun pelanggan.

Senin, 01 Desember 2008

sendiri......

Haha, sedih banget ya judulnya? Tapi memang seperti itulah yang gue rasakan detik ini juga. Gue merasa sendiri.

Mungkin bakalan banyak yang bilang, "ah, itu sih cuma perasaan lo doang!", terserah, tapi memang gue merasa seperti itu. Mau ngomong apa lagi?

Gue merasa gue hanyalah sebuah boneka. Teman-teman gue memang bersendagurau dengan gue, tapi saat mereka membicarakan sesuatu rahasia diantara mereka saja, gue dianggurin, ya memang itu merupakan rahasia, tapi kalau rahasia ya mbok jangan dibicarakan didepan orang lain, nanti bikin orang lain itu terganggu saja! Membuat orang tersebut penasaran.

Gue hanyalah tempat teman-teman gue mencari keceriaan, ya mungkin itu baik, gue adalah sumber keceriaan mereka, tapi untuk gue, itu adalah sesuatu hal yang gue anggap egois, teman terutama sahabat adalah tempat kita berbagi suka dan duka, kenapa gue hanya dibagi suka saja??! gue juga mau merasakan duka teman gue, gue juga mau menjadi tempat bersandar bagi teman-teman gue, gue juga mau berarti bagi mereka.

Mungkin mereka melihat gue sebagai orang yang tidak sensitif, selalu ada canda di setiap omongan gue, tapi tahukah mereka, setiap canda di omongan gue berarti 10.000 tangisan di hati gue? Rasanya sedih banget! useless!

Mungkin juga mereka melihat gue sebagai sumber gosip, can't keep a secret! Gue akuin itu, memang itulah yang terjadi pada kasus yang lalu, gue sudah instrokpeksi, dan gue mau berubah, tapi bagaimana gue bisa berubah jika tidak ada kesempatan untuk berubah yang diberikan teman-teman gue?

Tidak tahukah mereka kalau gue sudah memancarkan sinyal-sinyal kesendirian, tidak bisakah mereka membaca hati gue? ya mungkin diantara kalian ada yang bakal bilang, "Kalau lo nggak ngomong ya bagaimana kita bisa tahu?", tetapi, apakah selalu gue yang harus menadahkan tangan meminta pertolongan? Apakah selalu gue yang memohon belas kasihan? Memang gue yang perlu, tetapi, apakah sebagai teman mereka tidak dapat membaca hati gue?

Saat teman gue sedang bad mood gue bisa langsung mersakannya. Gue langsung memerankan peran gue sebagai teman yang baik, membuatnya tertawa, atau memeberikannya waktu untuk sendiri.

Kalaupun mereka tidak pernah menceritakan masalah mereka karena gue bukan orang yang dapat diandalkan, ya memang gue tahu gue manja, kurang mandiri, dan tidak dapat diandalkan, tetapi setidaknya gue bisa menjadi pendengar yang baik.

Dan satu hal yang gue sedihkan dari seorang teman gue, memang dia dan gue memiliki perbedaan pandangan mengenai sebuah karya, dia bilang cerita gue klise, tapi itulah gue, hidup gue memang klise, tidak ada kehidupan seperti roller coaster dalam kamus hidup gue. Gue belum pernah merasakannya. ya mungkin memang seperti itu, tapi perlukah dia berpendapat bahwa cerita gue klise sekali di setiap pembahasan mengenai project kita, jujur, hal itu membuat gue muak sama dia.

Gue merasa sendiri, lo tahu lagunya sinetron yang ada Laudya Cintya Bellanya itu yang di stasiun TV Indosiar?(gue lupa judul sama penyanyinya), gue merasa seperti lagu itu, ada 2 orang teman gue, mereka awalnya tidak begitu mengenal, tetapi dengan gue sebagai penghubung malah mereka berdua yang akrab, gue menyesal kenapa mengenalkan dia pada dia.

Gue tahu gue egois, gue tahu gue kekanakan, gue tahu gue useless, tapi bisakah kalian bersimpati sedikit? bisakah kalian memikirkan perasaan gue? gue memang seperti ini, kalau gue penuh kecacatan, tolong bantu gue untuk memperbaikinya, gue mau jadi teman tempat berbagi suka dan duka, bukan hanya duka, bukan hanya bandar kertas file, bukan hanya bandar permen, bukan hanya bandar stationary, bukan hanya bandar snack. gue mau arti gue buat mereka yang memang masih menganggap gue temannya lebih berarti, karena gue merasa gue useless banget!!

Dan jujur sampai saat ini belum ada seorang teman pun yang dapat membuat gue relaks, membuat gue menjadi apa adanya gue, belum ada dalam kamus hidup gue yang namanya seorang sahabat.

NB: Maaf untuk segalanya......
 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com